Water Level Monitoring
Tulisan ini adalah Project partisipasi pada acara Indonesia IoT Challenge 2016 yang diselenggarakan di Bandung, 11-12 Juni 2016, di Atrium BEC 2, Jl. Purnawarman No. 13-15 Bandung
Berikut rilis asli dari acara INDONESIA IoT CHALLENGE tersebut.
Sebagai bagian dari Indonesia IoT Developer Day 2016, DycodeEdu dan DOKU menantang para Maker di seluruh negeri untuk ikut serta dalam Indonesia IoT Challenge with DOKU. Indonesia IoT Challenge with DOKU mengajak para IoT Maker lokal untuk mengembangkan perangkat-perangkat IoT yang inovatif, aplikatif, dan bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar, dengan penilaian lebih diberikan kepada perangkat-perangkat IoT yang mengintegrasikan sistem pembayaran ke dalamnya. Indonesia IoT Challenge with DOKU terbuka untuk umum, dengan hadiah total 30 juta rupiah dan sebuah perjalanan ke salah satu Maker Faire.
Dari beberapa IoT Maker yang masuk, disaring hanya 10 finalis saja yang berhak mengisi booth di acara pamerannya.
Berikut ini Aplikasi IoT yang saya ikut sertakan dan masuk 10 besar Indonesia IoT Challenge 2016 tersebut.
Water Level Monitoring

Saat musim penghujan tiba, banjir merupakan fenomena yang lumrah terjadi. Hampir disetiap pelosok, jalan besar, perumahan, perkampungan, bantaran sungai, bahkan di pusat kota sekalipun seolah-olah banjir tidak mengenal tempat, dimanapun bisa terjadi banjir.
Pemerintah melalui berbagai dinasnya telah melakukan beberapa penanggulangan dan pencegahan banjir. Melihat fenomena permasalahan di atas, kami dari tim TEDC, ingin berkontribusi dalam pencegahan banjir, yaitu dengan membangun sebuah aplikasi Water Level Monitoring yang terintegrasi antara Hardware dan Software dengan menggunakan pendekatan teknologi IoT (Internet of Things).
Hardware yang terdiri dari sensor ketinggian(jarak), microcontroller dan wifi module, ditempatkan pada pintu air. Hardware tersebut digunakan untuk mengukur ketinggian air dan mengirimkan datanya secara realtime ke hosting.
Dalam keadaan normal, alat mengirimkan data setiap menit, dan update status ketinggian air di twitter setiap 5 menit.
Dalam keadaan alert(ketinggian sudah melewati batas yang telah ditentukan), alat mengirimkan data setiap 5 detik, dan meneruskan pesan warning tersebut ke semua kontak telegram yang telah daftar untuk mendapatkan warning.
Aplikasi Water Level Monitoring ini menggunakan media sosial Twitter dan media perpesanan Telegram dalam mengirimkan informasinya.
Bot Telegram = @waterlevelbot
Twitter account = @waterleveltedc
Hardware :
– Microcontroller + Wifi Module (Wemos D1 Mini)
– Sensor jarak (HC-SR04)
– Buzzer
– Power supply
Software :
– Telegrambot (C#) nama bot : @waterlevelbot
– Twitter Update status (NodeJS) nama twitter @waterleveltedc
– Server Hosting (database MySQL)
Demo Video

Recent Comments